Nah ini ni, salah satu tugasku waktu semester 2 :D
hehehee semoga bermanfaat.. 
STATISTIK DAN STATISTIKA


A.    Pengertian Statistik dan Statistika
Kata statistik berasal dari kata Latin yaitu ‘status’ yang berarti negara (dalam bahasa inggris ‘state’). Pada awalnya statistik diartikan sebagai keterangan-keterangan yang dibutuhkan oleh negara dan berguna bagi negara. Misalnya mengenai jumlah keluarga pada suatu negara, keterangan mengenai pekerjaan penduduk, keterangan usia penduduk suatu negara dan sebagainya. Dalam perkembangan lebih lanjut menunjukkan bahwa pengertian statistik adalah kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan suatu persoalan. Sedangkan statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan pada kumpulan data dan penganalisaan yang dilakukan.


B.     Penggolongan Statistika
Statistika dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi, diantaranya:
1. Berdasarkan Isi yang dipelajari
Dilihat dari isi yang dipelajari terbagi manjadi dua, yakni statistika teoritis dan statistika terapan.
a) Statistika teoritis membahas secara mendalam dan teoretis, maka yang dipelajari adalah statistika teoretis atau matematis. Disini diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam. Materi yang dibahas antara lain; perumusan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus dan menciptakan model-model serta segi-segi lainnya yang teoretis dan matematis.
b) Statistika terapan yang dikenal dengan metode statistika. Aturan-aturan, rumus-rumus, dan sifat-sifat yang telah diciptakan oleh statistika teoretis, diambil dan digunakan mana yang diperlukan dalam bidang pengetahuan yang sedang diminati. Jadi disini tidak dipersoalkan bagaimana didapatnya rumus-rumus, aturan-aturan ataupun sifat-sifat tersebut. Yang terpenting dalam statistika ini bagaimana cara-cara atau metode statistika digunakan.
2. Berdasarkan Aktivitas yang dilakukannya
Dilihat dari aktivitas yang dilakukannya, terbagi menjadi dua pula yakni statistika deskriptif dan statistika inferensial.
a)    Statistika deskriptif adalah teknik statistik yang memberikan informasi hanya mengenai data yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis dan kemudian menarik inferensi yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar atau populasi. Statistik deskriptif “hanya” dipergunakan untuk menyajikan dan menganalisis data agar lebih bermakna dan komunikatif dan disertai perhitungan-perhitungan “sederhana” yang bersifat lebih memperjelas keadaan dan atau karakteristik data yang bersangkutan (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;8).
Statistik deskriptif adalah statistik yang menggambarkan kegiatan berupa pengumpulan data, penyusunan data, pengolahan data, dan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, ataupun diagram, agar memberikan gambaran yang teratur ringkas, dan jelas mengenai suatu keadaan atau peristiwa. (M.Subana dkk, 2000;12).
Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik sampel ialah: ukuran kecenderungan sentral; Ukuran variasi ; Ukuran letak; koefisien korelasi. Sekalipun statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel, namun statistika deskriptif merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi karakteristik populasi.
b)   Statistika inferensial
Statistika inferensial atau statistika induktif bermaksud menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang lebih besar (populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel). Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap penelitian kesimpulan inilah yang diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika deskriptif, sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan maksimal dari statistika ini.

C.     Tujuan, manfaat dan implikasi mempelajari statistika
Tujuan mempelajari statistika menurut Prof. Dr. A.A. Gede Agung, M.Pd adalah:
1.    Untuk melakukan tugas dalam menganalisis data hasil penelitian (terutama hasil penelitian yang menyajikan data kuantitatif). Hal ini banyak dibutuhkan  oleh para peneliti atau mahasiswa yang sedang dalam proses penyusunan skripsi (sarjana S1), tesis (magister S2), dan disertasi (doktor S3). Mahasiswa yang dalam skripsinya memiliki data kuantitatif dan bermaksud menggunakan teknik analisis statistik, namun memiliki kesulitan dan hambatan dalam penyelesaian skripsi, tesis atau disertasinya.
2.    Untuk memahami berbagai informasi dalam media cetak maupun elektronik yang sering menyajikan informasi dalam bentuk statistik. Bagi seseorang yang tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang statistik, maka akan mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disajikan dalam bentuk statistik tersebut. Dengan memiliki pemahaman yang memadai tentang statistik, maka seseorang akan dengan lebih mudah atau lebih cepat untuk memahami informasi tersebut.
3.    Untuk keperluan administrasi diberbagai instansi baik pemerintah maupun swasta.  Di dalam instansi pemerintah maupun swasta hampir selalu dibutuhkan teknik atau cara penyajian data atau informasi yang terkait dengan bidang garapan instansi tersebut. Cara yang di yakini paling praktis dan bersifat informative adalah teknik statistik. Misalnya penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, grafik dan sebagainya.

Manfaat mempelajari statistika:
1.                  Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu
2.    Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti
3.    Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan
4.    Statistik dapat memperluas pengalaman individu
5.    Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala

Implikasi mempelajari statistik:
1.    Dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan sehari-hari statistik memiliki peran sebagai penyedia keterangan-keterangan mengenai berbagai hal untuk penganalisaan data. Contoh: tingkat pendapatan, tingkat biaya hidup, tingkat kecelakaan lalu lintas dan lainnya.
2.    Dalam penelitian ilmiah, untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat.
3.    Dalam kegiatan proses belajar mengajar, statistik banyak membantu dalam menganalisis soal-soal yang diberikan dalam proses  pembelajaran.
4.    Dalam kegiatan ilmu pengetahuan, statistik memiliki peranan sebagai sarana analisis kuantitatif ilmu pengetahuan sehingga diperoleh suatu kesimpulan dari berbagai data tersebut.  

D.    Sifat-sifat statistik
1.    Bersifat Kuantitatif (bersifat angka)
Kuantitatif artinya hanya bisa digunakan jika data yang di analisis bersifat angka-angka. Jika seorang peneliti akan menerapkan statistik untuk menulis data atau menganalisis data yang bersifat kualitatif, maka data kualitatif tersebut harus dirubah terlebih dahulu menjadi data kuantitatif.
2.    Bersifat objektif
Artinya bahwa statistik mampu memberi informasi secara obyektif sesuai hasil analisis data. Objektivitas ini dapat dibuktikan jika teknik statistik tersebut digunakan oleh orang lain dan mendapatkan hasil yang sama. Sebaliknya, jika data yang sama diterapkan terhadap data yang sama dan ternyata hasilnya berbeda, maka disitu telah menunjukkan hasil yang tidak objektif.
3.    Dapat digunakan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
Statistik memiliki kemampuan menghasilkan informasi yang objektif sehingga dapat disimpulkan bahwa statistik tersebut dapat digunakan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Misalnya : ilmu pendidikan, psikologi, sosiologi, ekonomi, kedokteran, teknik, pertanian, dan sebagainya.

E.     Istilah-istilah dalam statistika
1.      Populasi
Merupakan keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian kita baik yang berhingga maupun yang tak berhingga jumlahnya. Seringkali tidak praktis mengambil data dari keseluruhan populasi untuk menarik suatu kesimpulan. Untuk itu dilakukan pengambilan sampel.
2.      Sampel
Jika dari keseluruhan populasi yang ada, kemudian hanya diambil sebagian menjadi wakil dari populasi tersebut, maka wakil populasi tersebut dinamakan sampel.  Sampel yang baik adalah sempel yang representatif, yaitu sampel yang dapat mewakili populasinya. Agar representatif, maka pengambilan sampel dari populasi harus menggunakan teknik pengambilan sampel (sampling) yang benar.
3.      Variabel penelitian
Variabel merupakan segala sesuatu yang menjadi fokus perhatian dalam setiap penelitian. Variabel bisa pula disebut ubahan, karena memiliki sifat berubah-ubah. Misalnya hasil belajar, intelegensi, minat dan bakat. Namun ada juga jenis variabel yang tak berubah atau disebut variabel statis atau mati seperti misalnya jenis kelamin.
4.      Nilai variabel/skor
Nilai Variabel merupakan suatu angka atau bilangan yang menunjukan ukuran kuatitatif suatu variabel yang diteliti
5.      Range atau Rentangan, jarak dari skor terendah sampai dengan skor tertinggi dalam suatu data, hasil, pengukuran atau penelitian.
6.      Frekuensi, adalah angka yang menunjukkan seberapa kali suatu variabel berulang dalam deretan angka tersebut.

F.      Jenis-jenis data
Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1.      Menurut Sifatnya
a)      Data Kualitatif
Merupakan data yang menggambarkan suatu objek/variabel dalam bentuk sifat-sifat, kategori, kriteria, klasifikasi. Misalnya : baik-buruk, tinggi-sedang-rendah, dsb.
b)      Data Kuantitatif
Merupakan data yang menggambarkan suatu objek/variabel dalam bentuk angka-angka atau bilangan. Data kuantitatif ini ada 2 yaitu :
1)      Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
2)      Data Kontinyu
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.
2. Menurut Proses Kuantifikasinya
a)    Data/Variabel Nominal
Merupakan data yang hanya memiliki perbedaan sifat atau bentuk, disamping juga memiliki persamaan dalam hal derajat. Misalnya : jenis kelamin, nomor telepon, nomor plat motor kendaraan.
b)   Data/Variabel ordinal
Merupakan data yang memiliki perbedaan sifat atau bentuk dan juga memiliki perbedaan jejang. Misalnya : ranking kejuaraan, sikap terhadap sesuatu.
c)    Data/Variabel Interval
Merupakan data yang memiliki perbedaan sifat atau bentuk dan perbedaan jenjang, juga memiliki jarak pasti yang dapat dihitung. Misalnya : skor hasil test (50, 60, 70, dst).
d)   Data/Variabel Rasio
Merupakan data yang memiliki perbedaan sifat atau bentuk dan perbedaan jenjang, memiliki jarak pasti serta memiliki titik nol mutlak yang dapat dihitung. Misalnya ; berat badan: 50kg, 60kg, 70kg ; usia : 60 tahun, 70 tahun, dst.











DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono. 2003. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Agung, Gede A A. 2010. Bahan Kuliah Statistika Deskriptif. Singaraja
Tim Edukatif HTS. 2010. Modul Matematika. Surakarta: Hayati Tumbuh Subur
Koyan, I Wayan. 2009. Statistik Dasar dan Lanjut (Teknik Analisis Data Kuantitatif). Singaraja. Undiksha.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to " "

Posting Komentar